10 Jan 2016

Sedihnya Manga "Orange" Karya Takano Ichigo


Sudah lama saya ingin melanjutkan menulis di blog ini. Misalnya, waktu ada kejadian di kehidupan saya, pengeeeen banget saya bagi di sini. Tapi gagal terus.  Ya pemalas sih ya. Dan pada akhirnya, saya mentok nggak kuat nahan keinginan saya untuk nulis. Sooo.... yeah, akhirnya saya beranikan diri ini untuk menulis lagi. Ceilah... kayak apa aja, yakan? XD

Jadi ceritanya, saya punya banyak waktu luang nih ya, saya bingung mo ngapain, akhirnya saya sempatin untuk membaca manga-manga baru yang belum sempat saya baca sewaktu sibuk skripsi. HAHAHA (!!! Jangan tiru perilaku saya ini, kalo Kalian punya waktu luang, gunain buat hal-hal yang bermanfaat ya? Baca manga sekali dua kali sih boleh XD). Di kesempatan saya baca manga itu, saya menemukan website baru untuk membaca manga secara online yaitu di mangakoi.com (Yayyyyy!!! bahagia banget saya, soalnya mangafox.com dan beberapa situs baca manga online diblok di Indonesia *side eyeing pemerintah*). Dilihat dari URL-nya, sudah ketahuan sih kalo rata-rata (semuanya sih) isi manga di web tersebut shoujo manga dan yaoi, HAHAHAHAHA. Tapi bagus ceritanya. Gimana dong?

Saya tipe orang yang kalo baca manga pasti liat gambar ilustrasinya dulu. Kalo saya suka, saya akan baca dulu sinopsisnya. Ini nggak tentu sih, kadang ada yang ilustrasinya biasa tapi plot-nya bagus. Kayak buku sih, jangan nilai isi dari kaver-nya doang! Oke, jadi pada akhirnya sampai di manga yang satu ini. Judulnya: Orange! Awalnya saya suka ilustrasinya mirip-mirip Ao Haru Ride dan gitu, jadi saya pikir "Aaah.... pasti ceritaya heart-warming kayak Ao Haru Ride deh". Terus lagi, di kaver-nya ini ada beberapa siswa SMU yang berbaris sambil tertawa-tawa gitu, ini juga mengingatkan saya pada anime "Ano Hana" yang super menyedihkan itu. Plussss.... tipe-tipe ceritanya mirip sama Clannad gitu :(. Fix! Ao Haru Ride, Ano Hana, dan Clannad kan anime-anime yang NYESEK banget tuh ya, akhirnya saya tertarik untuk baca manga-nya. Well~~~ /nangis dulu/ emang nyesek bruhhh. Saya sih belum selesai bacanya, masih di bab-bab awal doang, tapi sudah dikasih warning sama mangakanya kalo ceritanya bakalan nyesek. Huhu. Oke, sekian dulu saya curhatnya, kalo sudah selesai baca manganya dan saya sudah selesai nangisnya,  saya mau bikin review yang bener dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia XD

18 Des 2014

DESEMBER (2)




Penutup?
Dalam penutup barangkali kau juga perlu kesimpulan dan saran
Juga daftar rujukan, kurasa.

Bagaimana perjalanan keduabelas tigapuluh harimu?
Berlalu dalam suka,
Atau...
Berlarut dalam duka?

Desember adalah senandung pilu
Juga senandung ria bahagia
Di akhir ajal tahun, juga janin yang akan memulai tahun
Apa kabar harimu?
Telah kau tuliskan lelagumu juga lelakumu?

DESEMBER



Hai, bulan yang basah!
Tentu kau sedang bersuka cita.
Hujan tiada henti merintik dalam hari-harimu.

Tentu kau gembira,
Melihat manusia-manusia berkecipak takut
Aku tau kau merasakannya

Aku melihatmu tersenyum sore itu
Aku tahu kau terpeseona padanya, atau.....
Kau.....

Ah, aku melihatmu tersenyum sore itu
Ketika ia menyingsingkan pakaiannya dari lumpur
Lalu...
Menghujat hujan

Mungkinkah kau tersenyum lalu berkata:
“Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

16 Des 2014

Endonesa, haha!

sumber gambar: wikipedia

Jadi orang Indonesia itu enak.

Yang dikata lemah,
Pagi-pagi ngerumpi
Lalu ngopi

Yang dikata kuat,
Pagi-pagi ngerumpi pakai lepi
Berkonspirasi
Lalu korupsi

Yang dikata lemah,
Duduk tanpa geming meminta remah murah

Yang dikata kuat,
Memberi obat kuat,

Haha.


“Dari mana?”

Konspirasi Tikus

sumber gambar: unduhanmusic.blogspot.com

Malam itu,
Tetikus berkumpul di lubang saluran pembuangan.
Seperti deret fibonacci mereka berdatangan ke arena rapat tetikus:
Satu, dua, tiga, lima, delapan, hingga terus bertambah lagi.

Malam itu,
Tetikus meraut geriginya, menghasut saudara-saudarinya.
Mereka sudah lelah diam
Diam parsial dengan bebunyian
Tetapi bukan bunyi lambang yang dianggap manusia bahasa.
Mereka lelah dianggap bisu, dianggap sampah, dianggap penjahat oleh makhluk yang menganggap dirinya paripurna: manusia.

pencurian,
penyogokan,
penyuapan,
perampasan,
selalu saja diatasnamakan kepada mereka: tikus.

 “tidak”, pikir tikus.
mereka harus bergerak, mereka harus merdeka.
Bukan mereka yang mencuri, menyogok, menyuap, dan merampas sesamanya.
Maka malam itu,
Tetikus bergerak, berkomplot, bersekongkol,
mengajukan petisi kepada makhluk berdasi itu.
Mereka berproklamasi malam itu.
Mereka ingin merdeka!!!