Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

12 Okt 2014

Menjejak Diesna UM Tahun Keempat


Mengenang kenangan dengan berfoto? Ah, sudah biasa.
Mengenang kenangan dengan tulisan? Mengapa tidak? Toh, ketika belum ada dunia fotografi, orang-orang di zaman dahulu mencetak sejarah dengan tulisan. Dan itu, worth banget!

Hari ini, tepatnya tanggal 12 Oktober 2014 adalah hari peringatan Dies Natalis kampus saya Universitas Negeri Malang, yang ke 60. Dan tidak pernah saya duga akan hadir secepat ini. Rupanya, ini adalah Diesna keempat yang saya ikuti semenjak saya dinyatakan diterima di kampus ini. Tak banyak berubah. Masih dengan jalan sehat, pembagian doorprize (yang saya tidak pernah dapat), hingga tampilan band-band lokal yang menggoyang awak kampus UM selepas berlelah-lelah jalan.

Diesna pertama yang saya ikuti adalah saat saya masih (sangat) junior di kampus. Masih semester satu. Masih bau seragam abu-abu. Masih kangen-kangennya dengan ibu. Ketika itu, saya menikmati diesna ini bersama dengan teman-teman Asrama Mahasiswa UM. Baik putra maupun putri. Satu kata yang bisa saya ungkapkan kala itu adalah SERU! Kami semua memakai kaos berwarna sama dan sepanjang jalan meneriakkan yel-yel serta mars asrama. Ampun deh, kalau sekarang saya ingat masa itu saya merasa malu. Kok bisa ya, dulu seperti itu... Hahaha. Seperti anak SMA saja.

Diesna kedua yang saya ikuti, tahun 2012, saya masih bagian dari keluarga asrama UM. Kali ini saya sudah tidak bau seragam abu-abu lagi. Sudah setingkat lebih tinggi. Walaupun badan sudah tak bisa tinggi. Di tahun 2012 itu, saya mengulangi hal yang sama dengan tahun 2011. Mengenakan seragam yang sama, sepanjang jalan menyanyikan yel dan mars asrama. Bersenda gurau dengan teman dan adik asrama. Hingga berfoto bersama rektor UM.

Diesna ketiga, saya masih junior, tapi lebih senior. Tapi ada yang lebih senior lagi. Hahaha. Intinya sih, masih ada yang lebih tua di atas saya dan kawan-kawan seangkatan. Tahun itu, saya sudah tidak di asrama lagi. Tapi bau-bau asrama masih menyelimuti kami. Bagaimana tidak, sepanjang jalan, yang kami temui adalah mahasiswa-mahasiswa berkaos "Asrama" yang memanggil kami dengan 'Mbak'. Lalu pada akhirnya, kami bergabung lagi dengan warga-warga asrama.

Sepertinya, asrama memang tidak pernah lepas dari kehidupan saya (dan kawan-kawan). Kawan-kawan itu siapa saja? Yang jelas, ada.

Diesna keempat, tahun ini. Tahun puncak saya dengan jabatan mahasiswa UM. Barangkali tahun depan sudah tak kami miliki lagi KTM bertuliskan Universitas Negeri Malang yang kerap kami gunakan untuk masuk ke perpustakaan itu. Sebetulnya, saya tidak ada rencana sama sekali untuk mengikuti jalan santai hari ini. Lelah. Tuntutan-tuntutan  demi menyandang gelar sarjana begitu mencekik. Tapi pada akhirnya saya putuskan untuk mengikuti diesna hari ini. Saya tidak bisa merasakan jabatan mahasiswa setiap hari, lagi pula. Kapan lagi saya bisa mengikuti agenda kampus? Iya kan? Dan tidak saya sangka, ternyata banyak orang yang saya kenali (dari asrama, lagi hahaha) mengikuti jalan sehat ini. Awalnya kami datang secara terpisah tetapi ketika berjalan, seorang demi seorang yang datang dari masa-masa di asrama hadir di depan mata. Yang awalnya kami hanya kelompok kecil, menjadi kelompok besar lagi. Tapi tidak menyanyikan yel dan mars asrama lagi. Malu.

Yeah, akhirnya lengkap sudah. Empat tahun penuh saya mengikuti diesna dengan rajin. Dengan orang-orang yang sama namun dengan kondisi yang berbeda.

ALR, 12 Oktober 2014

13 Sep 2014

Pengetahuan dari Menjelajah Wikipedia

Errrr..... Jadi ini bukanlah suatu artikel tapi kumpulan status saya di Facebook yang sengaja saya masukkan di blog dan menghapusnya dari beranda Facebook. Hahaha. Saya adalah tipe orang yang suka menulis aneh-aneh menjadi status Facebook yang kalau di kemudian hari akan saya hapus karena saya malu dengan tulisan tersebut. Barangkali saya punya kepribadian ganda ya? Ada anak Psikologi? Hahaha.

Oke, status saya yang pertama begini:

Baru saja berwikipediaan dan saya menemukan ini, uwaaaaah.... selama ini saya tahu kalau di Indonesia itu ada banyak bahasa, tapi gak nyangka kalau Indonesia tuh seindah ini Saya cinta bahasa Indonesia, kula tresna marang basa Jawa

*rada endel, wikipedianya bahasa Inggris

http://en.wikipedia.org/wiki/Languages_of_Indonesia


Isi dari link ke Wikipedia itu adalah artikel bahwa bahasa di Indonesia itu ada banyak sekali, yang satu antara lain saling memiliki keterkaitan masing-masing. Begitu. Buka link-nya deh!

Status saya yang kedua begini:
Borneo sama dengan Kalimantan. Yep, saya sering mendengar kalimat yang seperti ini. Tapi saya sering bertanya-tanya sendiri, kenapa harus ada dua istilah untuk menyebut sebuah pulau? Pasti ada asal muasalnya 'kan ya? Nah, setelah saya berpikir ulang dan "browsing-browsing" akhirnya saya mendapatkan jawabannya.

Borneo dan Kalimantan itu memang sama. Sama-sama pulau yang terletak di kanan Sumatra dan di atas Jawa pada peta. Yah, setidaknya menurut persepsi saya sih. Bedanya, Borneo adalah sebutan internasional untuk menyebut pulau itu yang termasuk di dalamnya ada Malaysia, Brunei Darussalam, dan Kalimantan (Indonesia). Sedangkan Kalimantan sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bagian Indonesia yang terletak di Borneo itu. Hmmmm.... Kita tidak menyebut Malaysia adalah bagian dari Kalimantan 'kan ya?


Status yang ini saya tulis berkat pengalaman saya sendiri. Saya juga tipe orang yang selalu bertanya hal-hal aneh yang tidak pernah saya tanyakan kepada orang lain dan menyimpannya sendiri. Lalu suatu hari, akan saya cari jawaban tersebut melalui buku maupun internet. Sedikit curhat, saya dulu sebelum kuliah sangat penasaran dengan asal muasal bahasa. Bagaimana suatu kaum bisa berbahasa demikian, dan bangsa itu berbahasa begitu. Saya tanya deh ke dosen waktu di kelas, ternyata itu semua adalah karena kesapakatan, saudara-saudara! Saya pikir saya tidak akan pernah mendapatkan jawaban yang tepat, karena siapa sih yang tau bagaimana suatu bahasa di bentuk, ya 'kan? Ternyata eh ternyata, jawabannya ada. Dan saya puas dengan jawaban tersebut!

Well, ini dia status ketiganya:
BTW, Wikipedia itu luar biasa! Guess whattt?? Saya iseng baca-baca dan saya menemukan hal luar biasa. Yah, biasanya yang menurut saya menarik, tidak menarik untuk orang lain sih hahaha, jadi hal luar biasanya adalah ini:
1. Ada dua terito
ri di wilayah Asia Tenggara, yaitu Christmas Island dan Cocos (Keeling) Islands, yang selama ini tidak pernah terjamah dunia kebahasamelayuan ternyata menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa di daerahnya (selain bahasa Inggris, karena mereka masuk wilayah Australia).
2. Ternyata di sana mereka juga ada yang beragama Muslim. Apalagi di Cocos Islands yang hampir 80% Muslim.
3. Di Cocos Islands itu malah lebih banyak digunakan bahasa Melayu untuk istilah-istilah di daerahnya.
Wow kan? Hahaha.

ini nih sumbernya:
http://en.wikipedia.org/wiki/Southeast_Asia


Status yang ketiga ini benar-benar membuat saya tercengang lho! Udah gitu aja :D

20 Agu 2014

Benarkah Membunuh Halal?

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah tulisan di kompasiana, kalau tidak salah judulnya adalah “Muslim vs Yahudi, Kita Kehilangan Akal Sehat?”. Di dalam tulisan tersebut kurang lebih di bahas tentang pembunuhan masal yang terjadi di Syria dan Gaza. Intinya, ada ketimpangan antara pemberitaan dan reaksi masyarakat Indonesia terhadap apa yang terjadi di Gaza dan Syria tersebut. Sama-sama ada peperangan, sama-sama ada pembantaian masal, akan tetapi kejadian yang di Syria tak mendapat sorotan dan seakan bukan masalah bagi masyarakat Indonesia, sedangkan di Gaza, langsung mendapatkan feedback luar biasa di masyarakat Indonesia. Dalam tulisan tersebut, sang penulis juga bertanya, “Apakah gambar tersebut benar?”. Sekedar info, sang penulis menulis tulisan tersebut berdasar sebuah meme yang mengatakan bahwa 170.000 Muslim dibantai oleh Muslim tidak ada yang bergolak, tetapi 100 Muslim Gaza dibantai Yahudi bergolak. Penulis juga mengatakan di dalam artikelnya, “Apakah jika Muslim kepada Muslim lainnya saling bunuh adalah ‘halal’ sedangkan jika Muslim dibunuh agama lainnya ‘haram’?
Baik, sekarang saya menjawab pertanyaan dari penulis tulisan tersebut. Gambar tersebut benar. Ya, memang benar, di Syria telah terjadi peperangan saudara yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun dan menewaskan banyak warga bahkan lebih dari 170.000 orang. Bagi Anda yang belum tahu, peperangan di Syria tersebut terjadi karena ada permusuhan antara dua golongan Islam terbesar di dunia yaitu Sunni dan Syiah. Jika Anda masih bertanya-tanya mengapa antar dua golongan Muslim saling berperang? Jika saya menjelaskan akan sangat panjang. Jadi, sudah saatnya Anda mendalami lebih dalam lagi sejarah munculnya Syiah dan Sunni dalam ajaran Islam. Memang, di dalam Alquran pun sudah diramalkan akan kemunculan golongan-golongan di dalam Islam. Errr.... saya tidak akan menjelaskan perbedaan antara Syiah dan Sunni di sini, karena isu ini sangat sensitif dan bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Ada baiknya Anda mencari tahu sendiri.
Inti tulisan saya adalah di dalam Islam tak pernah diajarkan untuk membunuh, baik membunuh kaum seagamanya maupun membunuh kaum lain agama. Di dalam Alquran sendiri telah dijelaskan dalam surat An-Nahl ayat 125 bahwa jika berdebat dengan musuh haruslah menggunakan bahasa yang baik dan harus ada hikmahnya, bukan malah menjelek-jelekkan. Alquran juga mengajarkan untuk membalas ‘serangan’ musuh dengan balasan yang setimpal dan adil: bukan lebih.
TAK PERNAH ADA SATU AYATPUN DALAM ALQURAN YANG MENYURUH UNTUK MEMBUNUH. Memang, benar ada di dalam Alquran yang mengatakan bahwa membunuh orang kafir adalah halal. Akan tetapi, kita tidak bisa mengambil satu ayat itu secara terpisah dan dikutip secara serampangan. Orang kafir yang dimaksudkan adalah orang kafir yang jelas-jelas telah menyerang dan menghancurkan orang Islam. Jika orang itu berteman karib dengan kita dan tak pernah berniat merusak kita, mengapa harus diperangi? Itu sangat tidak manusiawi. Bahkan pada masa kekhalifahan Abbasiyah di masa lampau, Raja juga memperkerjakan orang-orang non-Muslim kok. Sekali lagi, kita tidak bisa mengambil ayat itu secara sembarangan, karena masih ada ayat lain yang sudah saya jelaskan pada paragraf sebelumnya. Membunuh adalah langkah terakhir jika pendekatan untuk berbicara baik-baik dengan cara apapun sudah tidak mempan lagi.

Wallahu A’lam

25 Okt 2013

Menengok Anak-anak Lintas Ruang dan Waktu

Saya pikir banyak anak jaman sekarang yang sudah tidak mengetahui permainan-permainan jaman saya masih kecil dahulu. Bukan kecil dalam artian badan masih kecil lho. Maksud saya, ketika umur saya masih dini.
Banyak permainan sederhana yang tidak membutuhkan biaya mahal yang bisa saya gunakan untuk bersenang-senang sekaligus berimajinasia. Bersama tetangga-tetangga kecil saya, saya biasa menemukan dunia saya yang sangat ‘anak-anak’.
Hal-hal seperti itu sudah jarang saya temui lagi di dunia anak-anak jaman sekrang. Bahkan saya merasa kalau anak-anak sekarang sudah tidak bisa berimajinasi lagi. Suatu kali, saya mengajarkan sebuah permainan masa kecil saya yang sangat saya senangi kala itu. Saya menyebutnya permainan rumah-rumahan. Saya yakin, teman-teman seusia saya pasti tahu permainan itu. Saya dan teman-teman acapkali berpura-pura bahw yang kami lakukan adalah yang sungguhan.
Pada jaman saya dulu, saya dan teman-teman sering mengambil sendok dan perkakas ibu untuk kami gunakan di luar. Kami membuat masakan yang sering kami temui.misalnya mie. Kami juga membuat mie, bukan dengan tepung tetapi dengan daun yan diiring tipis-tipis hingga menyerupai mie yang memanjang. Kami juga bisa membuat minya sendiri. Dengan daun yang biasa kami sebut dengan daun waru kami bisa membuat minyak yang kental. Kami juga bisa memarut kelapa dengan menggunakan batu bata sisa dari bangunan rumah tetangga lalu kami perut dengan alat memarut dari genting. Banyak hal bisa kami lakukan hanya dengan barang yang biasa kita temui sehari-hari, dengan imajinasi, kita bisa menganggap bahwa itu adalah dunia nyata.
Jaman berbeda saya temui di usia adik saya, dia tidak bisa berimajinasi. Dia sudah menggunakan akal logisnya untuk berpikir. Ketika saya mengatakan bahwa mie dari daun itu adalah ‘mie’ dia mengatakan bahwa itu adalah daun. Tidak lagi mengatakan bahwa tu adalah mie. Banyak hal yang saya pikir itu adalah hal yang sangat menarik bagi saya dulu saya sampaikan ke adik saya tetapi dia mengatakan hal yang logis-logis saja. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak bagus.
Anak-anak harusnya banyak berimajinasi untuk mengembangkan kemmapuan otak kanannya. Ini adalah akibat dari berkembangnya dunia anak-anak yang serba instan dengan permainan-permainan yang juga instan. Anak-anak maunya hanya bermain mainan yang tinggal beli saja. Inillah yang saya pikir membuat anak-anak susah untuk berimajinasi.
Padahal permainan-permainan tradisional bagus untuk perkembangan sosial anak. Tak heran, anak jaman sekrang banyak yang indivisualis dan tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain lagi.
Suatu hari saya melaksanakan perjalanan antar kota yang mengharuskan saya menggunakan angkutan bus. Pemandangan yang sangat tidak mengenakkan saya temui di dalam bus. Entah anda sebagi pembaca setuju atau tidak bahwa ini adalah pemandangan tidak baik. Ada dua orang pemuda yang saya kira masih SMA duduk di kursi penumpang berdampingan. Semua kursi sudah penuh sehingga mengharuskan saya untuk berdiri. Saya tidak masalah, karena bagi saya saya sudah kalah karena tidak ikut berlari untuk mendapatkan tempat duduk tadi. Masalahnya, bukan hanya saya saja yang berdiri, ada ibu-ibu yang baru masuk ke bus juga berdiri. Dia terlihat tidak kuat  untuk berada di dalam bus. Saya pikir seharusnya dua pemuda tadi harusnya mau berdiri dan menggnatikan ibu yang berdiri. Itu berasal dari falsafah kita bahwa kita harus manyayangi yang muda dan menghormati yang tua. Seharusnya pemuda ini mau menghormati ibu-ibu yang lemah ini untuk berdiri. Dan ini membuktikan bahwa anak jaman sekrang sudah tidak peduli oran lain lagi. Mereka hanya peduli kepada diri mereka sendiri saja. 

Kritis Menyikapi Sinema Elektronik Indonesia

       Saya pikir, dunia sinetron Indonesia saat ini sudah sangat jauh dari kata sehat. Banyak orang Indonesia yang berppikir serupa dengan saya. Semakin lama, orang Indonesia tentu sudah pandai untuk memilah dan memilih mana tayangan yang bagus dan mendidik. Dan sinetron adalah salah satu yang paling tidak mendidik. Survei menyebtukan bahwa sinetron bisa membuntukan jalan berpikir dan bisa menghamba tumbuh kembang anak. Apalagi sinetron yang dikatakan sinetron anak. Sungguh tidak baik menurut saya. Sinetron mengajarkan anak-anak untuk berpacaran dan bermusuhan dengan teman sejawatnya.
1.    Sinetron Ajarkan Sinisme dan Sarkasme
Bagi orang-orang yang suka menonton tayangan sinetron, tentu sudah mafhum dengan apa yang diajarkan di dalam televisi. Sangat jarang ditemukan adanya sinetron yang murni dari tokoh antagonis. Masalahnya adalah, sine
2.    Sinetron Indonesia Tidak Wajar Sama Sekali
3.    Sinetron Indonesia Jauh dari Realita Saat Ini
4.    Sinetron Indonesia Tidak Memberikan pengetehuan kepada penonton
Dan lagi, sinetron Indonesia selalu mengangkat isu sosial yang sama. Biasanya, mereka hanya megambil satu sudut pandang yang berbeda lalu selanjutnya cerita berkembang menjadi sebuah cerita berkepanjangan yang kita sendiri tidak tahu kapan habisnya. Sinetron indonesia tidak pernah fokus dalam perjalanan konflik dan alurnya. Seperti kita ketahui sbeelumnya, unsur intrinsik dalam sebuah karya salah satunya adalah alur dan konflik.
         Alur adalah.... (bla bla bla, saya tahu Anda pernah mendapatkan tentang teori ini di sekolah)
         Konflik adalah..... (bla bla bla)
Masalahnya, sinetron indonesia tidak pernah membawakan kisahnya dengan runtut dan jelas sehingga menghantarkan cerita yang apik dan berakhir jelas. Kebanyakan, kisah yang dibawakannya akan melenceng dari awal lalu memunculkan tokoh-tokoh baru untuk mengguncang tokoh utama yang sangat jauh dari dunia kenyataan. Barangkali banyak penonton yang berpikir dan mengomentari pemain di sinetron dengan mengatakan “kok ya ada ya orang seperti itu?”. Ya, seperti itulah, tidak ada orang seperti itu di sini. Kembali lagi ke ide awal, sinetron indonesia tidak pernah berjalan sesuai dengan alur cerita awalnya. Intinya, banyak sinetron yang dibuat hanya untuk mencari uang. Kita tidak bisa memungkiri semua orang butuh uang, ya kan? Karena itulah, susah menemukan drama Indonesia yang berkelas dan memiliki nilai moral yang baik.
Salam.
Mahasiswi galau.

Bahasa dan Jenis Kelamin

       Sekedar ingin berbagi kepada kawan-kawan tentang apa yang saya dapatkan dari belajar saya di bangku perkuliahan. Ini adalah tugas saya. Hasil pekerjaan saya dengan mengutip dari orang lain, tentu saja. Bukan masalah pengutipan yang terpenting, tapi yang penting adalah bagaimana kita mempersepsi bahasa yang kita gunakan sehari-hari :)

Bahasa yang digunakan oleh pria dan wanita mempunyai perbedaan. Perbedaan yang terjadi tidak ditunjukkan dengan struktur bahasa yang berbeda akan tetapi lebih kepada faktor-faktor non-linguistik. Faktor pembeda ini juga bukan karena faktor geografis, karena faktor geografis tidak mempengaruhi penggunaan bahasa seorang pria atau wnaita. Perbedaan bahasa antara pria dan wanita terjadi karena adanya judgemenet khusus dari masyarakat terhadap perbedaan jenis kelamin. Kategori sosial tertentu (usia dan jenis kelamin) bisa ditandai oleh perilaku komunikatif yang khas (Ibrahim, 1995: 82). Perilaku-perilaku tersebut diantaranya; gerak anggota badan, suara dan intonasi, juga fonem. Pada masyarakat arab, pria lebih banyak menggerakkan anggota badan daripada wanita sedangkan pada masyarakat Jawa, wanita lebih banyak menggunakan ekspresi wajah daripada wanita. Suara wanita lebih nyaring daripada pria dan pada bahasa tertentu wanita mengguankan fonem yang berbeda daripada pria. Perbedaan-perbedaan ini wajar dilakukan dalam masyarakat dan masyarakat mengganggap jika ada pria atau wanita yang melakukan tindakan di luar kebiasaan dianggap tidak wajar dan dicemooh.
Kasus perbedaan penggunaan bahasa antara pria dan wanita yang paling mencolok terjadi pada masyarakat Eropa di Hindia Barat, yang sebelumnya adalah negara otonom Belanda yaitu Antillen. Masyarakat di sana mengalami perbedaan ragam bahasa. Antara pria dan wanita masing-masing menggunkan kosakata dan frasa sendiri-sendiri dengan tidak mencampuri sama sekali. Mengenai penyebab dari perpecahan antara pria dan wanita ini ada dua teor. Yang pertama adalah karena adanya “penyerbuan” serta “perpecahan” dan karena adanya “percampuran”. Sedangkan teori yang kedua adalah adanya gejala tabu.
Menyangkut masalah tabu, dalam teori perbedaan penggunaan bahasa antara pria dan wanita ada dua teori. Teori yang pertama adalah teori tabu, dan teori yang kedua adalah teori sistem kekerabatan. Teori tabu menyebutkan bahwa perbedaan penggunaan bahasa oleh pria dan wanita adalag karena gejala tabu dalam masyarakat. Kata ‘ngabuburit’ jika pada masyarakat sunda adalah suatu yang wajar dan biasa akan tetapi pada bahasa Jawa-Banjar (campuran) artinya sudah berbeda dan dianggap tabu karena bermakna ‘mencium pantat’ (Rozi, 2013). Teori tabu yang seperti ini bisa menyebabkan perbedaan antara pria dan wanita pada beberapa bahasa. Teori sistem kekerabatan memunculkan sebuah teori jika bahasa mengalami perbedaan bukan hanya karena tabu melainkan juga karena hubungan kerabat dan jenis kelamin. Akan tetapi yang harus diingat, perbedaan ini disebabkan karena penuturnya bukan tuturannya.
Bahasa Koasati adalah bahasa yang diperhatikan dalam sosiolingustik karena juga membedakan kosakata antara pria dan wanita. Wanita koasati umumnya lebih konservatif daripada prianya oleh karena itu, wanita Koasati lebih menguasai ragam baku daripada pria. Selain masalah kekonservatifan, sikap sosial dari masyarakat tutur juga menyebabkan adanya perbedaan ragam bahasa. Dalam bahasa Inggris, wanita cenderung menggunakan bahasa baku untuk prestise dan sebagai peranan sosial. Selain itu, wanita juga pelopor perubahan untuk menggunakan bahasa ragam baku daripada pria yang lebih suka dengan bahasa-bahasa inovatif.
Di Indonesia yang memiliki beragam bahasa. Kedudukan bahasa Indonesia dianggap tinggi dan lebih berprestise sehingga kaum wanita lebih sering menggunakan bahasa tersebut dari pria meskipun lebih banyak pria yang bisa menggunakan bahasa Indonesia. Akan tetapi, wanita Indonesia juga masih sama dengan wanita-wanita lainnya yang konservatif karena wanita Indonesia lebih senang dengan bahasa Ibu misalnya bahasa Jawa. Ini artinya, dimanapun wanita berada wanita lebih suka dengan bentuk bahasa baku dan lebih suka dengan kekonservatifan. Menurut saya, ini dikarenakan sifat lahiriah dari wanita itu sendiri.
Selain bahasa pria dan wanita, bahasa dari seorang dengan jenis kelamin wanita-pria (waria) pun menjadi ragam tersendiri. Di Indonesia khususnya, waria biasa mengguanakan ragam bahasa rahasia yang hanya biasa digunakan di antara mereka saja. Ragam bahasa wria mempunyai 2 kaidah. Kaidah yang pertama adalah perubahan bunyi dan yang kedua adalah karena penciptaan kosakata baru.

Daftar Rujukan
Ibrahim, Abd. Syukur. 1995. Sosiolinguisti: Suatu Model Fungsional Bahasa. Malang: Universitas Negeri Malang.
Rozi, Ahmad. 2013. Mengapa Ngabuburit Dianggap Tabu? http://bahasa.kompasiana.com/2013/07/21/mengapa-ngabuburit-dianggap-tabu-578567.html (online). Diakses pada tanggal 5 Oktober 2013.

27 Feb 2011

Trio Mukhlisin

Abdullah bin ‘Umar r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Terjadi pada masa dahulu sebelum kamu, tiga orang berjalan-jalan hingga terpaksa bermalam didalam sebuah gua. Tiba-tiba ketika mereka sedang didalam gua itu, jatuh sebuah batu besar dari atas bukit dan menutupi pintu gua itu, hingga mereka tidak dapat  keluar. Maka berkatalah mereka: Sungguh tiada yang dapat menyelamatkan kami dari bahaya ini, kecuali jika tawassul kepada Allah dengan amal-amal shalih yang pernah kamu lakukan dahulu kala. Maka berkata seorang dari mereka: Ya Allah dahulu saya mempunyai ayah dan ibu, dan saya tidak biasa memberikan minuman susu pada seorangpun sebelum keduanya (ayah-ibu), baik pada keluarga atau hamba sahaya, maka pada suatu hari agak kejauhan bagiku menggembala ternak, hingga tidak kembali pada keduanya, kecuali sesudah malam ayah dan bundaku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya, dan sayapun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapa pun sebelum ayah bunda itu. Maka saya tunggu keduanya itu hingga terbit fajar, maka bangunlah keduanya lalu minum dari susu yang saya perahkan itu. Padahal semalam itu juga anak-anakku sedang menangis minta susu itu, dari dekat kakiku. Ya Allah jika saya berbuat benar-benar karena mengharapkan keridlaanMu, maka lapangkanlah keadaan kami ini. Maka menyisih sedikit batu itu, hanya saja mereka belum dapat keluar dari padanya.

Berdo’a yang kedua: Ya Allah dahulu saya pernah terikat cinta kasih pada anak gadis pamanku, maka karena sangat cinta kasihku, saya selalu merayu dan ingin berzina kepadanya, tetapi ia selalu menolak hingga terjadi pada suatu saat ia menderita kelaparan dan minta bantuan kepadaku, maka saya berikan padanya uang seratus duapuluh dinar, tetapi dengan janji bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepadaku malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata: Takutlah kepada Allah dan jangan kau pecahkan tutup kecuali dengan halal. Maka saya segera bangun daripadanya padahal saya masih tetap menginginkanya, dan saya tinggalkan dinar mas yang telah saya berikan kepadanya itu. Ya Allah bila saya berbuat itu semata-mata karena mengharap ridhoMu, maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini. Maka bergeraklah batu itu menyisih sedikit, tetapi mereka belum juga dapat keluar daripadanya.
Berdo’a yang ketiga: Ya Allah saya dahulu sebagai majikan, mempunyai banyak buruh pegawai, dan pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu, tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu, segera dia meninggalkan upah dan terus pulang kerumahnya tidak kembali. Maka saya pergunakan upah itu hingga bertambah dan berbuah hingga merupakan kekayaan. Kemudian setelah lama datanglah buruh itu berkata: Hai Abdullah berilah kepadaku upahku dahulu itu? Jawabku: Semua kekayaan yang ada didepanmu itu daripada upahmu yang berupa unta, lembu dan kambing serta budak penggembalanya itu.
Berkata orang itu: Hai Abdullah kau jangan mengejek kepadaku. Jawabku: Aku tidak mengejek kepadamu. Maka diambilnya semua yang saya sebut itu dan tidak meninggalkan satupun daripadanya. Ya Allah jika saya berbuat itu demi keridhaanMu , maka hindarkan kami dari kesempatan ini. Tiba-tiba menyisihlah batu itu hingga keluar mereka dengan selamat. (Buchary, Muslim)  Dikutip dari: “Tarjamah Riadhus Shalihin” karangan Salim Bahreisy

16 Jan 2011

Nabi Zakaria a.s

Masa yang dialami oleh Nabi Zakaria adalah masa yang aneh di mana banyak hal yang berlawanan yang berhadap-hadapan dan saling bertentangan serta terlibat pertarungan yang tidak pernah padam. Keimanan kepada Allah SWT bercahaya di mesjid yang besar di Baitul Maqdis, sedangkan kebohongan memenuhi pasar-pasar Yahudi yang bersebelahan dengan mesjid itu. Sudah menjadi tradisi dunia bahwa segala sesuatu yang bertentangan mesti saling berhadapan pada: kebaikan dengan kejahatan, cahaya dengan kegelapan, kebenaran dengan kebohongan, para nabi dengan para pembangkang.


Alhasil, segala sesuatu berhadapan untuk mempertahankan kehidupan. Di masa yang kuno ini terdapat seorang nabi dan seorang alim yang besar. Nabi yang dimaksud adalah Zakaria sedangkan seorang alim besar yang Allah SWT memilihnya untuk salat di tengah-tengah manusia adalah Imran. Imran adalah seorang suami dan istrinya sangat berharap untuk melahirkan anak. Waktu pagi menyelimuti kota, keluarlah istri Imran untuk memberikan makan kepada burung dan ia melihat pamandangan yang ada di sekitarnya dan mulai merenungkannya. Di sana terdapat seekor burung yang memberi makan anaknya dengan cara menyuapinya dan memberinya minum. Burung itu melindungi anaknya di bawah sayapnya karena khawatir dari kedinginan. Ketika melihat pemandangan itu, istri Imran berharap agar Allah SWT memberinya anak. Ia mengangkat tangannya dan mulai berdoa agar Allah SWT menganugerahinya seorang anak lelaki. Allah SWT mengabulkan doanya dan pada suatu hari ia merasa bahwa ia sedang hamil lalu kegembiraan menyelimutinya dan ia bersMikur kepada Allah SWT:

"(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: 'Ya Tuhanhu, sesungguhnya aku telah menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi anak yang saleh dan berkhidmat (di Baitil Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'" (QS. Ali 'Imran: 35)

Ia bernazar agar anaknya menjadi seorang pembantu di mesjid sepanjang hidupnya yang mengabdi kepada Allah SWT dan mengabdi kepada rumah-Nya, yaitu masjid. Lalu tibalah hari kelahiran. Istri Imran melahirkan seorang anak perempuan. Istri itu merasa terkejut karena ia menginginkan seorang anak lelaki yang dapat mengabdi untuk mesjid dan beribadah di dalamnya. Ketika ia melihat bahwa anaknya seorang perempuan, maka ia tetap menjalankan nazarnya, meskipun anak lelaki bukan seperti anak perempuan:

"Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya ahu telah menamai dia Maryam." (QS. Ali Imran: 36)

Allah SWT mendengar doa istri Imran; Allah SWT mendengar apa yang kita ucapkan dan apa yang kita bisikkan dalam diri kita, bahkan apa yang kita inginkan untuk kita ucapkan dan kita tidak melakukannya. Semua itu diketahui oleh Allah SWT. Allah SWT mendengar bahwa istri Imran memberitahu-Nya bahwa ia melahirkan anak perempuan dan Allah SWT lebih mengetahui tentang anak yang dilahirkannya. Allah SWT-lah yang memilihkan jenis kelamin anak yang lahir di mana Dia menciptakan anak laki-laki atau perempuan. Allah SWT mendengar bahwa istri Imran berdoa kepada-Nya agar Dia menjaga anak perempuan ini yang dinamakan Maryam dan juga menjaga keturunannya dari setan yang terkutuk:

"Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk. maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya." (QS. Ali 'Imran: 36- 37)

Allah SWT mengkabulakn doa istri Imran dan ibu Maryam. Allah SWT menyambut Maryam dengan penyambutan yang baik dan memberinya keturunan yang baik. Allah SWT berkehendak melalui rahmat-Nya untuk menjadikan perempuan ini sebagai wanita terbaik di muka bumi dan menjadikan ibu dari seorang nabi yang kelahirannya merupakan mukjizat terbesar seperti kelahiran Nabi Adam. Nabi Adam lahir tanpa seorang ayah atau ibu, sedangkan Nabi Isa lahir tanpa seorang ayah. Nabi Isa berasal dari ibu yang suci yang belum menikah, yang belum disentuh oleh manusia.

Mula-mula kelahiran Maryam mendatangkan sedikit problem. Imran telah mati sebelum kelahiran Maryam dan para ulama di zaman itu dan para pembesar ingin mendidik Maryam. Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kemuliaan ini, yaitu mendidik seorang perempuan dari seorang lelaki besar vang mereka hormati. Zakaria berkata: "Biarkan aku yang mengasuhnya karena ia adalah kerabat dekatku. Istriku adalah bibinya dan aku adalah seorang Nabi dari umat ini. Aku lebih utama daripada kalian untuk mengasuhnya." Lalu para ulama dan para guru berkata: "Mengapa tidak seorang di antara kami yang mengasuhnya. Kami tidak akan membiarkan engkau mendapatkan keutamaan ini tanpa persetujuan dari kami." Hampir saja mereka berselisih dan bertarung kalau seandainya mereka tidak menyepakati diadakannya undian. Yakni, seseorang yang mendapatkan undian, maka itulah yang akan mengasuh Maryam.

Diadakanlah undian. Maryam diletakkan di atas tanah dan diletakkan di sebelahnya pena-pena orang-orang yang ingin mengasuhnya. Kemudian mereka menghadirkan anak kecil lalu anak kecil itu mengeluarkan pena Zakaria. Zakaria berkata: "Allah SWT memutuskan agar aku mengasuhnya." Para ulama dan para Syekh berkata: "Tidak, undian harus dilakukan tiga kali." Mereka mulai berpikir tentang undian yang kedua. Setiap orang mengukir namanya di atas pena kayu dan mereka berkata, kita akan melemparkan pena-pena kita di sungai, maka siapa yang penanya menantang arus, itulah yang menang:

"Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa." (QS. Ali 'Imran: 44)

Mereka pun melemparkan pena-pena mereka di sungai sehingga pena-pena itu berjalan bersama arus, kecuali pena Zakaria yang menantang arus. Zakaria merasa bahwa mereka akan puas tetapi mereka bersikeras untuk mengadakan undian yang ketiga kali. Mereka berkata: "Kita akan melemparkan pena-pena kita di sungai. Pena yang berjalan bersama arus, maka itulah yang akan mengasuh Maryam." Mereka pun melemparkan pena-pena mereka dan semua berjalan menantang arus, kecuali pena Zakaria. Akhirnya, mereka menyerah kepada Zakaria dan mereka menyerahkan anak itu kepadanya agar Zakaria mengasuhnya. Nabi Zakaria mulai mengasuh Maryam dan mendidiknya serta menghormatinya sampai ia dewasa. Maryam memiliki tempat khusus di dalam mesjid. Ia mempunyai suatu mihrab yang di situ ia beribadah. Jarang sekali ia meninggalkan tempatnya. Ia selalu beribadah dan salat di dalamnya serta berzikir dan bersyukur dan menuangkan cintanya kepada Allah SWT. Terkadang Zakaria mengunjunginya di mihrab. Tiba-tiba, pada suatu hari Zakaria menemuinya dan ia melihat sesuatu yang mencengangkan. Saat itu musim panas tetapi Nabi Zakaria menemui di tempat Maryam buah-buahan musim dingin, dan pada kesempatan yang lain ia menemui buah-buahan musim panas sedangkan saat itu musim dingin. Zakaria bertanya kepada Maryam: "Darimana datangnya rezeki ini?" Maryam menjawab: "Bahwa itu berasal dari Allah SWT." Pemandangan seperti ini berulang lebih dari sekali:

"Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya." (QS. Ali 'Imran: 37)

Nabi Zakaria adalah seorang tua dan rambutnya sudah dikelilingi uban. Ia merasa bahwa tidak lama lagi hidupnya akan berakhir dan istrinya, bibi Maryam, adalah seseorang wanita tua sepertinya yang belum melahirkan seseorang pun dalam hidupnya karena ia wanita yang mandul. Nabi Zakaria menginginkan agar ia mendapatkan seorang anak laki-laki yang akan mewarisi ilmunya dan akan menjadi nabi yang dapat membimbing kaumnya dan berdakwah kepada mereka untuk mengikuti Kitab Allah SWT.

Zakaria tidak menyampaikan keinginan ini kepada seseorang pun, bahkan kepada istrinya, tetapi Allah SWT mengetahuinya sebelum pikiran itu disampaikan. Pada pagi itu Zakaria menemui Maryam di mihrabnya, lalu ia mendapati buah-buahan yang sebenarnya sudah tidak musim. Zakaria bertanya kepada Maryam:

"Zakaria berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya." (QS. Ali 'Imran: 37-38)

Zakaria berkata pada dirinya Maha Suci Allah SWT dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu kerinduan mulai menyelimuti hatinya dan ia mulai menginginkan keturunan. Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya:

"(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engka u, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorangyang diridahi. " (QS. Maryam: 2-6)

Nabi Zakaria meminta kepada Penciptanya tanpa mengangkat suara keras-keras agar Dia memberinya seorang lelaki yang mewarisi kenabian dan hikmah serta keutamaan dan ilmu. Nabi Zakaria khawatir kaumnya akan tersesat setelahnya di mana tidak ada seorang nabi setelahnya. Allah SWT mengkabulkan doa Zakaria. Belum lama Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT hingga malaikat memanggilnya saat ia salat di mihrab:

"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia." (QS. Maryam: 7)

Zakaria kaget dengan berita ini, bagaimana ia dapat memiliki seorang anak. Karena saking gembiranya Zakaria sangat terguncang dan dengan penuh keheranan ia bertanya:

"Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua." (QS. Maryam: 8)

Ia heran bagaimana ia dapat melahirkan sementara ia sudah tua dan istrinya pun wanita yang mandul:

"Tuhan berfirman: 'Demikianlah.' Tuhan berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali." (QS. Maryam; 9)

Para malaikat memberitahunya bahwa ini terjadi karena kehendak Allah SWT dan kehendak-Nya pasti terlaksana. Tidak ada sesuatu pun yang sulit bagi Allah SWT. Segala sesuatu yang diinginkan di alam wujud ini pasti terjadi. Allah SWT telah menciptakan Zakaria sebelumnya dan beliau pun sebelumnya tidak pernah ada. Segala sesuatu diciptakan Allah SWT hanya dengan kehendak-Nya:

"Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah herkata kepadanya: 'Jadilah!', maka jadilah ia. " (QS. Yasin: 82)

Hati Nabi Zakaria dipenuhi rasa syukur kepada Allah SWT dan ia pun memuji-Nya. Lalu ia meminta kepada Allah SWT agar memberinya tanda-tanda:

"Zakaria berkata: Ya Tuhanku, berilah suatu tanda.' Tuhan berfirman: 'Tanda bagimu adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.' Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang." (QS. Maryam: 10-11)

Allah SWT memberitahunya bahwa akan terjadi tiga hari di mana di dalamnya ia tidak mampu berbicara, padahal saat itu ia sehat-sehat saja tidak sakit. Jika hal ini terjadi padanya, maka hendaklah ia yakin bahwa istrinya hamil dan bahwa mukjizat Allah SWT benar-benar terwujud. Kemudian hendaklah saat itu ia berbicara kepada manusia melalui isyarat dan banyak bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore.

Zakaria keluar pada suatu hari kepada manusia dan hatinya dipenuhi dengan syukur. Ia ingin berbicara dengan mereka namun ia mengetahui bahwa ia tidak mampu berbicara. Zakaria mengetahui bahwa mukjizat Allah SWT telah terwujud lalu ia mengisyaratkan kepada kaumnya agar mereka bertasbih kepada Allah SWT di waktu pagi dan sore. Ia pun selalu bertasbih kepada Allah SWT dalam hatinya. Zakaria merasakan kegembiraan yang sangat dalam. Malaikat memberitahunya tentang kelahiran seorang anak lelaki yang Allah SWT menamakannya Yahya. Untuk pertama kalinya kita di hadapan seorang anak yang ayahnya tidak memberikan nama kepadanya dan ibunya pun tidak memilihkan nama untuknya, tetapi Allah SWT-lah yang memberinya nama. Dengan kemuliaan yang agung ini, Allah SWT menyampaikan berita gembira kepada Zakaria bahwa anaknya Yahya akan membenarkan kalimat Allah SWT dan akan menjadi seorang yang mulia dan seorang Nabi dari orang-orang yang saleh.

Zakaria gemetar, karena saking gembiranya. Air matanya mulai berlinangan dan jenggotnya yang putih mulai basah. Ia salat kepada Allah SWT sebagai tanda syukur atas pengkabulan doanya dan kelahiran Yahya. http://www.dongengkakrico.com/

1 Des 2010

Your Accessori, Gals!!


Berbicara mengenai perempuan tak kan pernah lepas dari yang namanya
kecantikan. Gak mungin ketampanan. By The Way Pak Dhe naik bus way,
cantik itu apa sih? Kulit putih, tinggi, langsing, rambut lurus, hidung
mancung, apa lagi? yah, saya tidak sanggup untuk menyebutkan lagi. Saya
iri, hiks hiks .. karena bukan orang yang seperti itu.

Ha, ha lucu!! Karena yang dilihat orang tentang kecantikan adalah
cantik iklan. Padahal?? U see. Cantik itu relatif kawan, Pada abad
17-18 perempuan cantik di identikkan dengan tubuh yang besar serta
lemak yang menumpuk disekitar dada sampai paha. Persepsi itu
dipengaruhi lukisan yang dihasilkan dari para pelukis. Beda lagi tahun
60-an yang menganggap kecantikan dengan tubuh super tipis dan ceking.
Sekarang, Ah You-Know-What I mean. Semuanya terpengaruh iklan. Ga
selamanya iklan itu bener, gals.


Cantik itu hanya subjektivitas mata yang terbatas. Dari ujung SLG
kecantikan tak akan terlihat, apalagi dari mikroskop, kecantikan yang
kamu bangga-bangga kan tak ubahnya sekawanan sel yang lembek dan
menggelikan berjubel-jubel.

Karena cantik itu relatif, patuhi kaidah cantik dalam persepsi agama
islam. Siap?? oke kita mulai.

Sudah tahu kan ada peribahasa yang mengatakan "Ada lintah turun ke
kali, dari mata turun ke hati". Bener ga peribahasa saya? Ah, lupakan.
Dari peribahasa itu saja sudah kelihatan bener bahaya pandangan mata
itu gimana hebatnya. Mata adalah jendela hati, yang terlihat oleh mata
akan turun ke hati. Apabila kita melihat yang buruk-buruk maka perilaku
kita juga akan ikut-ikutan buruk. Kalau apa yang kita lihat itu baik
maka apa yang kita lakukan pun juga akan baik. Dengan mata, kita
melihat banyak contoh perilaku sosial dari lingkungan di sekitar kita.
Tak terkecuali contoh yang buruk, kita sebagai "teens" akan langsung
menerimanya begitu saja, tanpa saringan.

Ini yang lebih penting, Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa "Pandangan
itu ibarat anak panah yang beracun. Barangsiapa melepas pandanganya,
akan menyesal kemudian." Dari pendapat itu terlihat jelas bagaimana
fatalnya melepas pandangan dengan bebas apalagi melihat lawan jenis
kita. Beracun.Jangan suka ngegosip apalagi ngegosipin temen kita sendiri. Allah itu
menciptakan telinga untuk hal-hal yang baik, bukan untuk ngegosipp....

Dulu waktu kita dikandungan kita belum bisa mendengar,  lalu saat kita
dilahirkan kedunia ini kita adalah manusia yang tidak mengetahui
sesuatu apapun. lalu diciptakan kepada kita telinga untuk mendengar dan
mengetahui segala sesuatu. Nggak malu sama Allah, yang sudah
menciptakan telinga untuk kita. Eh, kita malah ngegosipin orang. Makan
bangkai. Iwwhhh...

Jangan sampai banyak omong. Orang yang banyak omongnya malah kurang
bagus. Karena dengan banyak omong bisa-bisa kita malah terjerumus
kedalam hal-hal yang tidak diinginkan misalnya ngegosip. Sebenarnya
masih ada banyak hal yang harus kita patuhi. Namun, sebagai makhluk
yang terbatas, kita bahas yang berikut ini dahulu. Supaya kita langsung
bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mubadzir.
Terakhir, mari kita membentengi diri dengan rasa takwa dan takut yang
penuh kepada Allah. Takut dengan sebenar-benar takut.

10 Nov 2010

Kenapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal?

Aduh, kenapa ya? kenapa setiap kali kita tidur tiba-tiba ada secuil dari kulit kita yang membesar berbeda dari biasanya. Ada banyak hal sih, tapi kita bahas satu masalah saja kali ini. Digigit nyamuk. Tentu teman-teman pernah mengalami hal yang seperti ini. Pernahkah kalian berfikir bagaimana nyamuk bisa membuat bagian tubuh kita bentol?. Ada yang bilang mungkin karena terkena racun. Ya,, anda benar.

Namun, tahukah kalian bahwa tidak semua nyamuk yang ada akan menggigit. Hanya nyamuk betina sajalah yang akan menggigit, sedang nyamuk jantan tidak. Hal tersebut dikarenakan bagian mulut nyamuk betina terdapat alat penusuk yang sangat tajam. Alat penusuk itu bisa menyebabkan kulit kita yang lembut seperti kulit bayi ini ternoda oleh makhluk kecil ciptaan ALLAH yang kita bunuh sesuka hati.

Kawan, selain nyamuk betina punya alat penusuk mereka juga mempunyai cairan beracun pada tubuhnya. Cairan beracun ini akan ikut masuk bersama alat penusuk yang ditusukkan kebagian tubuh kita. Namun, kawn semua tak perlu khawatir, cairan beracun tersebut hanya akan menyebabkan tubuh kita merasa gatal. Jika kalian merasa jengah, oleskan saja obat untuk mengurangi rasa gatal itu.