16 Feb 2011

Becoming “Adigang Adigung Adiguna” Person


Judulnya aku keren deh ah!! haha, piss tantee ini mikirnya ada 24 jam ga tidur dua hari tiga malem non stop loo (doohh, keliatan banget boongnya ya!)

Kenapa pakai judul itu? Karena “Adigang Adigung Adiguna” adalah peribahasa yang sangat terkenal menurut pandangan saya. Alasannya? Sering banget muncul waktu saya ulangan pas SD dulu. Hei, itu terkenal lo dikalangan kelas saya. Heran juga, siapa sih yang nyiptain, kalau ketemu saya mau kasih beliaunya tepuk tangan yang luar biasa heboh. Menciptakan suatu peribahasa yang mempunyai makna yang sangat dalam dengan diksi yang sangat indah didengar mata. Dengan Triple-A diawal tetapi sajak yang berbeda dibelakang. Keren. Tunggu, tunggu, adakah yang belum tahu artinya? Kok bisa? Memang sih ini peribahasa Jawa. Baiklah, saya nyerah ternyata ada yang belum tahu artinya. Artinya adalah ”Wong sing ngandelake kekuwatan, kaluhuran lan kapinterane”.

Menjadi seseorang yang mampu menjadi “Adigang Adigung Adiguna” bukanlah persoalan yang mudah. Jika ada orang yang punya Adigang, dia tak punya Adigung dan Adiguna. Jika punya Adiguna, dia tak punya Adigung atau Adigang. Begitu seterusnya. Memang sulit menjadi seseorang yang sempurna. Selalu saja ada banyak tempaan. Manusia masih mempunyai “Ghorizah” yang memang diciptakan Allah untuk menguji mana hambanya yang beriman. Apa salahnya kita mencoba? Ya kan. Adigang Adigung Adiguna adalah perwujudan dari keimanan, ketakwaan, dan kepatuhan terhadap apa yang telah diajarkan agama selama ini.

Adigang, mewujudkan kekuatan seorang yang mempunyai kekuasaan. Kekuasaan yang menjadikannya terhormat dan dihormati. Kemauan apa yang diinginkannya akan selalu terpenuhi karena kekuasaan yang dimilikinya. Kekuatan yang disalahpahamkan akan menjadikan dirinya seorang yang angkuh dan bengis. Menindas orang kecil dan lemah. Berbuat apapun sekehendak hatinya tanpa merasa bersalah dan berdosa. Merasa hidupnya ada di awang-awang. Luas dan tanpa batas. Menabrak, mengobrak-abrik tatanan kehidupan yang tertib. Akibatnya, hancur orang itu.

Karena itulah, dibutuhkan Adigung untuk orang tersebut. Sebagai buffer yang menjadi dapar supaya tidak berbuat seenak hati. Adigung adalah perwujudan sifat baik. Apik. Jika orang tersebut mempunyai kekuasaan, kekuatan tapi juga diimbangi dengan sifat yang siip dia benar-benar akan menjadi orang yang dihormati sepanjang masa. Karena dia berkuasa, sifatnya juga luhur, menyayangi yang lemah, takwa, taat pada agama, keren banget lah. Eits, orang kalau terlalu baik juga ga bagus lo!!. Ada orang datang memelas-melas minta bantuan, ga kira-kira dianya minta seluruh harta dan kekuasaan buat dia. Gara-gara dia terlalu baik, semua bakal dikasiin juga tuh. Kaya Indonesia nih, dibohongin orang luar negeri mau aja, terlalu baik Indonesia mah.

Nah, butuhlah sifat yang terakhir, yaitu, Adiguna yaitu orang yang pintar. Biar nggak gampang dibohongin orang. Kalau ini salah, tahu yang bener yang mana. Saya pernah denger dari pak Mario Teguh, katanya gini, “kalau orang yang mempunyai ilmu yang banyak, maka dia akan mengetahui banyak kesalahan sehingga dia tidak akan menjalankan kesalahan itu, dia justru akan berbuat yang terbaik”. Tuh, kalau jadi orang berilmu asyik. Ayo cari ilmu, biar pinter. Ada persyaratanya: orang yang pintar tapi tidak punya kebaikan, dia justru akan menyombongkan ilmu yang dimilikinya. Percuma kalau berilmu tapi Cuma untuk bangga-banggaan, mala tidak akan barokah. Ada lagi kalau orang pintar tidak punya kekuasaan, dia juga tidak bisa mengubah dunia untuk menjadi lebih baik. Makanya, dia juga butuh Adigang dan Adiguna.

Akhir, Kita harus punya ketiganya untuk menjadi pribadi yang TOP. Ada banyak filsafat jawa yang akan menuntun kehidupan kita menjadi lebih baik. Adigang Adigung Adiguna hanyalah sebagian kecil dari itu semua. Ada yang mau mencoba menjadi Adigang Adigung Adiguna?? Kita harus lo! Sebagai seorang remaja kita wajib mempunyai Adigang Adigung Adiguna untuk mengubah dunia. Karena apa?? Karena I WANT TO CHANGE THE WORLD. Seperti lagunya soundtracknya Inuyasha. (Aldila)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Minta komentarnya dong, Kak! :)