23 Nov 2010

Teens, Wake Up Now


Guys, kalian nyadar gak apa saja yang udah kalian dapatkan selama 17 tahun ini. Bukannya saya ini sok tahu, sok gede gitu, tapi saya cuma mau ingetin aja. 17 tahun bukan usia yang kanak lagi, lho!. Udah harusnya kita bergerak, berubah menjadi insan yang lebih berguna. Ada seorang kakak yang pernah bilang kepada saya. Katanya gini, kita itu orang yang luar biasa. * Ah, Aldila copycat. Biarin! tapi bagus kok nasehatnya. OK, saya ulangi disini. Bayangkan dari sekian juta sel yang berebut satu ovum. Kitalah yang berhasil lahir kedunia ini. Mungkin emang takdirnya gitu, tapi Allah sudah memberikan amanat kepada kita untuk menyembah dan beribadah kepada Allah dan jangan sampai menyekutukannya. Allah memberikan kita wajah yang cantik-cantik, ganteng-ganteng, akal untuk berfikir, tangan yang indah untuk njahilin temen (jangan sampai ya!), kaki, dan juga tubuh yang sempurna. Allah memberikan segala hal yang ada di dunia ini untuk kita.  Allah juga meminta kepada kita untuk beribadah kepada-Nya patuh segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Apa sulitnya iya kan? toh, kita juga bakal balik lagi kepada Allah.
Seandainya kalian, Ups kita (saya menulis ini juga untuk menyadarkan diri saya sendiri) kerja nih ya, di rumah Presiden misalnya. Kita jadi pembantu, gak ada yang lebih bagus dari pembantu, guys. Jadi jangan harap jadi menteri. Pejabat sekarang banyak yang bullshit. And then, kita digaji, punya seragam, hidup di rumah yang keren abis. Sebagai imbal balik, kita harus bekerja untuk sang presiden, iya kan. Eh, tanpa dinyana tiba-tiba sang cinderella, ehm, kita nyolong gucinya pak presiden yang dapet dari hadiah kunjungan kepresidenan dari planet Neptunus yang cuma satu itu diciptain kedunia ini dan tak ada gantinya (lebai ga seeh!!). Bayangin, bakal jadi apa kita, perkedel mah lewaat. Yapz, itu pengandaianya. Kita juga wajib untuk memberi imbal balik kepada Allah atas semua yang kita dapat di dunia ini.
Let's see our life. Kita sholatnya telat-telat. Ga pernah dhuha, apalagi tahajjud. Di suruh ibu pura-pura tidur. Muroja'ah selalu ketinggalan. Yang ada, kita justru lagi ngepos di ruang ekstra pura-pura sibuk, padahal? ngegosip. Ada lagi yang membuat saya risih melihatnya, pasangan muda-muda yang ada di SLG sana. Sensor, jangan di ceritain disini, ok.

Apa yang udah kita lakukan selama ini sehingga semua ini bisa terjadi? ya, Allah.. Astaghfirullah.. 17 tahun kita hidup tapi tak ada satu hal pun yang membuat orang tua kita tersenyum kepada kita. 17 tahun sejak kita dilahirkan, tapi tak pernah bersyukur kepada Allah karena sudah dilahirkan. Malah selalu berkeluh kesah karena merasa hidup kok sulit bener. Masya Allah, come on guys,  siapa yang mempersulit hayoo?? kita sendiri kan??. Seandainya kita menjalankan kehidupan di dunia ini sesuai dengan tata cara agama islam. Sesuai dengan aturan yang sudah di gariskan oleh Allah, tak kan ada hal yang kita merasa sulit karenanya. Seandainya kita merasa gagal pun, kita akan bersyukur kepada Allah karena Allah sudah memberikan kegagalan kepada kita. Itu artinya Allah masih sayang kepada kita. Buktinya Allah menguji kita bagaimana kita menemukan jalan untuk mencapai itu semua, dan pasti karena itu semua kita akan mendapatkan hikmah. Inget nggak, seseorang itu di katakan baik kalau dia berhasil memperbaiki kesalahanya yang sudah lalu. bukan dikatakan orang baik kalau semua pekerjaanya itu sempurna. Jadi, jangan merasa rendah dan selalu merasa kurang.
Kata orang, 17 tahun itu saat yang menyenangkan. Dan kita juga akan mendapatkan itu semua kalau kita dapat menyenangkan hati orang tua kita. Dan berhasil menjalankan syariat agama islam dengan baik dan benar. Bagaimana cara kita berhasil?. Ayok, mulai sekarang kita memetakan kehidupan kita SAAT DI USIA 17 TAHUN. Targetkan, apa yang ingin kamu raih di usia 17 tahun. Jangan 17 tahun saja loh ya, targetkan juga apa yang ingin kamu raih setelah itu.  Kalau saya sih, pengennya bisa nerbitin satu karya saya sebelum lulus ujian nasional. Lalu, saya lulus ujian nasional. Amiiinn. Sederhana bukan?. Kalau kalian pengen apa? Ssst.. jangan ikut-ikutan saya. Satu lagi, jangan pernah berlaku buruk pada orang tua. karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Wake Up, ayo kita berubah.
Reaksi:

1 komentar:

Minta komentarnya dong, Kak! :)