1 Des 2010

Your Accessori, Gals!!


Berbicara mengenai perempuan tak kan pernah lepas dari yang namanya
kecantikan. Gak mungin ketampanan. By The Way Pak Dhe naik bus way,
cantik itu apa sih? Kulit putih, tinggi, langsing, rambut lurus, hidung
mancung, apa lagi? yah, saya tidak sanggup untuk menyebutkan lagi. Saya
iri, hiks hiks .. karena bukan orang yang seperti itu.

Ha, ha lucu!! Karena yang dilihat orang tentang kecantikan adalah
cantik iklan. Padahal?? U see. Cantik itu relatif kawan, Pada abad
17-18 perempuan cantik di identikkan dengan tubuh yang besar serta
lemak yang menumpuk disekitar dada sampai paha. Persepsi itu
dipengaruhi lukisan yang dihasilkan dari para pelukis. Beda lagi tahun
60-an yang menganggap kecantikan dengan tubuh super tipis dan ceking.
Sekarang, Ah You-Know-What I mean. Semuanya terpengaruh iklan. Ga
selamanya iklan itu bener, gals.


Cantik itu hanya subjektivitas mata yang terbatas. Dari ujung SLG
kecantikan tak akan terlihat, apalagi dari mikroskop, kecantikan yang
kamu bangga-bangga kan tak ubahnya sekawanan sel yang lembek dan
menggelikan berjubel-jubel.

Karena cantik itu relatif, patuhi kaidah cantik dalam persepsi agama
islam. Siap?? oke kita mulai.

Sudah tahu kan ada peribahasa yang mengatakan "Ada lintah turun ke
kali, dari mata turun ke hati". Bener ga peribahasa saya? Ah, lupakan.
Dari peribahasa itu saja sudah kelihatan bener bahaya pandangan mata
itu gimana hebatnya. Mata adalah jendela hati, yang terlihat oleh mata
akan turun ke hati. Apabila kita melihat yang buruk-buruk maka perilaku
kita juga akan ikut-ikutan buruk. Kalau apa yang kita lihat itu baik
maka apa yang kita lakukan pun juga akan baik. Dengan mata, kita
melihat banyak contoh perilaku sosial dari lingkungan di sekitar kita.
Tak terkecuali contoh yang buruk, kita sebagai "teens" akan langsung
menerimanya begitu saja, tanpa saringan.

Ini yang lebih penting, Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa "Pandangan
itu ibarat anak panah yang beracun. Barangsiapa melepas pandanganya,
akan menyesal kemudian." Dari pendapat itu terlihat jelas bagaimana
fatalnya melepas pandangan dengan bebas apalagi melihat lawan jenis
kita. Beracun.Jangan suka ngegosip apalagi ngegosipin temen kita sendiri. Allah itu
menciptakan telinga untuk hal-hal yang baik, bukan untuk ngegosipp....

Dulu waktu kita dikandungan kita belum bisa mendengar,  lalu saat kita
dilahirkan kedunia ini kita adalah manusia yang tidak mengetahui
sesuatu apapun. lalu diciptakan kepada kita telinga untuk mendengar dan
mengetahui segala sesuatu. Nggak malu sama Allah, yang sudah
menciptakan telinga untuk kita. Eh, kita malah ngegosipin orang. Makan
bangkai. Iwwhhh...

Jangan sampai banyak omong. Orang yang banyak omongnya malah kurang
bagus. Karena dengan banyak omong bisa-bisa kita malah terjerumus
kedalam hal-hal yang tidak diinginkan misalnya ngegosip. Sebenarnya
masih ada banyak hal yang harus kita patuhi. Namun, sebagai makhluk
yang terbatas, kita bahas yang berikut ini dahulu. Supaya kita langsung
bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mubadzir.
Terakhir, mari kita membentengi diri dengan rasa takwa dan takut yang
penuh kepada Allah. Takut dengan sebenar-benar takut.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Minta komentarnya dong, Kak! :)