12 Jan 2011

Judulnya, Sore yang Indah




Sore yang indah ketika berjalan menyusuri trotoar berdebu. Sesak dengan pedagang yang beradu.

Sore yang indah ketika menikmati perjalanan pulang menuju halte bus sepulang bimbingan belajar yang melelahkan.

Sore yang indah ketika menunggu bus menjemput hingga adzan maghrib menyahut.

Sore yang indah ketika mengamati pemandangan muda-mudi yang saling bergelayutan. Dilain tempat, orangtuanya berjuang mencari keping rupiah bermimpi anaknya bisa sekolah.

Sore yang indah ketika menyaksikan insan-insan mulai menggelar tempat tidurnya yang nyaman dan empuk di emperan toko.

Sore yang indah ketika datanglah angkutan umum yang dinanti.

Sore yang indah meski harus mengalah pada ibu-ibu yang mengajak serta buah hatinya setelah capai berwisata menulusuri pasar demi pimpinan yang semakin menginjak.

Sore yang indah, tak kan ada sore yang bisa mengalahkan perjalan pulang sekolah saya. Sore yang penuh akan intrik dan hikmah jika bisa memahami arti kehidupan yang sesungguhnya. Sore yang tidak dibuang dengan kesia-siaan. Bukan sore yang dinikmati dengan tangan bergelayutan. Tak berfikir bagaimana orangtuaku membelikan baju untuk penampilanku. Tak berfikir bahwa yang dilakukannya hanyalah "bullshit".


Sore yang indah, memang. Disini kau akan mengetahui banyak hal yang menurutmu hanya ada di Televisi. Keadaan tumpah darahmu ini akan membuatmu semakin ingin melepaskan segel "kyubi" yang ada dalam dirimu. Mengaum, berontak dan mencakar wajah parlemen dan pimpinan yang terhormat.

Bagaimana bisa mereka asyik dengan kemewahan dari rakyat yang makan nasi aking hanya untuk mereka yang terhidang puluhan jenis sajian. Tak berfikirkah Tuan dan Nyonya itu akan perhitungan yang akan dijatuhkan kepada mereka?? Berebut kursi pimpinan tak pikirkan akibatnya.

Butuhkah kalian para pemimpin, bimbingan belajar dan pulang sore untuk menikmati sore yang indah????

Sore memang indah, kawan!!!! Senangnya, punya sore yang indah.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Minta komentarnya dong, Kak! :)