27 Feb 2014

Apa Itu Morfofonemik?


Morfofonemik merupakan sebuah kajian yang saling berhubungan dengan proses morfologis. Proses morfologis adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain. Pada proses penggabungan morfem itu akan terjadi perubahan bunyi (fon). Misalnya pada morfem {meN-} bertemu dengan morfem lamar akan terjadi perubahan bunyi, yaitu bunyi /N/ pada morfem {meN-} akan hilang. Dan selanjutnya, perubahan bunyi macam ini akan kita sebut dengan MORFOFONEMIK.
Singkatnya, morfofonemik adalah “perubahan fonem” yang terjadi akibat bertemunya morfem yang satu dengan morfem yang lain (Sumadi, 2010:140)
Dalam perubahan fonem itu, terjadi tiga proses, yaitu:
1.      Proses perubahan fonem
Pada saat menggabungkan dua morfem yang satu dengan morfem yang lain akan terjadi perubahan bunyi, dalam arti yang sebenarnya. Contoh perubahan tersebut dapat diketahui akibat bergabungnya morfem {meN-} dengan bentuk dasarnya. Terjadi perubahan fonem /N/ pada morfem {meN-} tersebut menjadi fonem /n/, /m/, /ñ/, /h/. Contoh perubahan fonem bisa dilihat dibawah ini:
A. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /p, b, f/
·         {meN-} + pukul          à memukul
·         {meN-} + baca            à membaca
·         {meN-} + fitnah         à memfitnah
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /p, b, f/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /m/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem /p, b, f/ bertemu dengan morfem {peN-} dan {meN-kan}.
B. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /t,d,s/
·         {meN-} + tanam             à menanam
·         {meN-} + dapat              à mendapat
·         {meN-kan} + sukseskan à mensukseskan
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /t,d,s/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /N/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem /t, d, s/ bertemu dengan morfem {peN-}, dan {meN-kan}.
C. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /s, š (sy), c, j/
·         {meN-} + sapu              à menyapu
·         {meN-kan} + syarat      à mensyaratkan
·         {meN} +cari                 à mencari
·         {meN-} + jadi               àmenjadi
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /s, š (sy), c, j/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /ñ/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem  /s, š (sy), c, j/  bertemu dengan morfem {peN-}, {meN-i} dan {meN-kan}.
D. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /k, g, x (kh), h/
·         {meN-} + karang        à mengarang
·         {meN} + garis             àmenggaris
·         {meN-kan} + khusus  à mengkhususkan
·         {meN-} + harap          àmengharap
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /k, g, x (kh), h/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /h/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem  /k, g, x (kh), h/ bertemu dengan morfem {peN-}, {meN-i} dan {meN-kan}.

2.      Proses penambahan fonem
Dalam proses penggabungan morfem yang satu dengan morfem yang lain juga dimungkinkan terjadi proses penambahan fonem. Contoh penambahan bisa dilihat pada contoh berikut:
·       Ke-an + raja    à [kәraja?an]
·       Ke-an + ibu     à [kәibuwan]
·       Ke-an + lestari à [kelestariyan]
·       meN- + cat      à [mәhәcat]
·       meN- +bom     à [mәhәbom]
Berdasarkan contoh-contoh diatas, dapat diketahui bahwa akibat penambahan morfem dengan bentuk dasarnya terjad penambahan fonem. Lebih lanjutnya, penambahan fonem dapat dibagi menjadi dua:
A.    Akibat bertemunya morfem dengan bentuk dasar yang berakhiran huruf vokal. Fonem tambahan yang timbul /?, w, dan y/.
-          Fonem /?/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /a/
-          Fonem /w/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /u, o, aw/
-          Fonem /y/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /i, ay/
B.     Akibat bertemunya morfem dengan bentuk dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata. Fonem tambahan yang timbul adalah /ә/.

3.      Proses penghilangan morfem
Dalam proses penggabungan morfem yang satu dengan morfem yang lain dalam proses pembentukan kata juga dimungkinkan terjadi penghilangan morfem.
A. Hilangnya fonem /N/ pada morfem {meN-}, {meN-kan} dan {meN-i} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan dengan  fonem /l/, /r/, /m/, /n/ dan /w/.
       Contoh:
·         {meN-} + lebar    à melebar
·         {meN-kan} + lupaà melupakan
·         {meN-} + rusak   à merusak
·         {meN-} + merah  à memerah
·         {meN-} + nikah   à menikah
·         {meN-i} + waris  à mewarisi
·         Dst.
B. Hilangnya fonem /N/ pada morfem {peN-} dan morfem {peN-an} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /l/, /r/, /m/, dan /w/.
Contoh:
·         peN-  + lamar            à pelamar
·         peN-an + rantau        à perantauan
·         dst.
C. Hilangnya fonem /r/ pada morfem {ber-}, {ber-an}, {per-}, {per-an} dan {memper-kan} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /r/ atau suku kata pertama bentuk dasarnya bervokal lemah {әr}.
Contoh:
·         per-an + kerja     à pekerjaan
·         ber- + renang      à berenang
·         per- + rasa          à perasa
·         dst.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Minta komentarnya dong, Kak! :)