19 Okt 2014

...

Guru memang hanya punya dua mata. Yang jika digunakan untuk menyisir seluruh kelas, sudah pasti tak bisa. Saat memandang ke pojok kanan, siswa di pojok kiri berulah. Saat memandang ke salah satu siswa, siswa lainnya berulah. Mata guru hanya sebatas itu. Tak mampu memandang ke segala arah. Mata guru memang bukan mata lebah, mata yang faset, mata yang majemuk. Namun saat di dalam kelas, sudah seharusnya guru mampu menggandakan matanya. Menyapu seluruh siswa. Mengamatinya. Adakah siswa yang melamun? Adakah siswa yang gaduh? Adakah siswa yang menatap kosong? Adakah siswa yang.... Intinya, guru harus terus waspada agar tak ada siswa yang tidak mengikuti pembelajaran. Bukan. Bukan untuk kepentingan guru. Ini semua untuk kepentingan siswa. Agar ia tak beroleh salah untuk masa depannya.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Minta komentarnya dong, Kak! :)