27 Feb 2014

Apa Itu Morfofonemik?


Morfofonemik merupakan sebuah kajian yang saling berhubungan dengan proses morfologis. Proses morfologis adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain. Pada proses penggabungan morfem itu akan terjadi perubahan bunyi (fon). Misalnya pada morfem {meN-} bertemu dengan morfem lamar akan terjadi perubahan bunyi, yaitu bunyi /N/ pada morfem {meN-} akan hilang. Dan selanjutnya, perubahan bunyi macam ini akan kita sebut dengan MORFOFONEMIK.
Singkatnya, morfofonemik adalah “perubahan fonem” yang terjadi akibat bertemunya morfem yang satu dengan morfem yang lain (Sumadi, 2010:140)
Dalam perubahan fonem itu, terjadi tiga proses, yaitu:
1.      Proses perubahan fonem
Pada saat menggabungkan dua morfem yang satu dengan morfem yang lain akan terjadi perubahan bunyi, dalam arti yang sebenarnya. Contoh perubahan tersebut dapat diketahui akibat bergabungnya morfem {meN-} dengan bentuk dasarnya. Terjadi perubahan fonem /N/ pada morfem {meN-} tersebut menjadi fonem /n/, /m/, /ñ/, /h/. Contoh perubahan fonem bisa dilihat dibawah ini:
A. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /p, b, f/
·         {meN-} + pukul          à memukul
·         {meN-} + baca            à membaca
·         {meN-} + fitnah         à memfitnah
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /p, b, f/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /m/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem /p, b, f/ bertemu dengan morfem {peN-} dan {meN-kan}.
B. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /t,d,s/
·         {meN-} + tanam             Ã  menanam
·         {meN-} + dapat              à mendapat
·         {meN-kan} + sukseskan à mensukseskan
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /t,d,s/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /N/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem /t, d, s/ bertemu dengan morfem {peN-}, dan {meN-kan}.
C. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /s, Å¡ (sy), c, j/
·         {meN-} + sapu              à menyapu
·         {meN-kan} + syarat      à mensyaratkan
·         {meN} +cari                 Ã  mencari
·         {meN-} + jadi               àmenjadi
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /s, Å¡ (sy), c, j/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /ñ/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem  /s, Å¡ (sy), c, j/  bertemu dengan morfem {peN-}, {meN-i} dan {meN-kan}.
D. Morfem {meN-} bertemu dengan fonem /k, g, x (kh), h/
·         {meN-} + karang        à mengarang
·         {meN} + garis             àmenggaris
·         {meN-kan} + khusus  à mengkhususkan
·         {meN-} + harap          àmengharap
Dapat dilihat pada contoh tersebut fonem /k, g, x (kh), h/ akan luluh dan berubah menjadi fonem /h/ ketika bertemu dengan morfem {meN-}. Perubahan yang sama juga terjadi jika fonem  /k, g, x (kh), h/ bertemu dengan morfem {peN-}, {meN-i} dan {meN-kan}.

2.      Proses penambahan fonem
Dalam proses penggabungan morfem yang satu dengan morfem yang lain juga dimungkinkan terjadi proses penambahan fonem. Contoh penambahan bisa dilihat pada contoh berikut:
·       Ke-an + raja    à [kÓ™raja?an]
·       Ke-an + ibu     à [kÓ™ibuwan]
·       Ke-an + lestari à [kelestariyan]
·       meN- + cat      à [mÓ™hÓ™cat]
·       meN- +bom     à [mÓ™hÓ™bom]
Berdasarkan contoh-contoh diatas, dapat diketahui bahwa akibat penambahan morfem dengan bentuk dasarnya terjad penambahan fonem. Lebih lanjutnya, penambahan fonem dapat dibagi menjadi dua:
A.    Akibat bertemunya morfem dengan bentuk dasar yang berakhiran huruf vokal. Fonem tambahan yang timbul /?, w, dan y/.
-          Fonem /?/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /a/
-          Fonem /w/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /u, o, aw/
-          Fonem /y/ muncul jika morfem tambahan bertemu dengan bentuk dasar berakhir fonem vokal /i, ay/
B.     Akibat bertemunya morfem dengan bentuk dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata. Fonem tambahan yang timbul adalah /Ó™/.

3.      Proses penghilangan morfem
Dalam proses penggabungan morfem yang satu dengan morfem yang lain dalam proses pembentukan kata juga dimungkinkan terjadi penghilangan morfem.
A. Hilangnya fonem /N/ pada morfem {meN-}, {meN-kan} dan {meN-i} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan dengan  fonem /l/, /r/, /m/, /n/ dan /w/.
       Contoh:
·         {meN-} + lebar    à melebar
·         {meN-kan} + lupaà melupakan
·         {meN-} + rusak   à merusak
·         {meN-} + merah  à memerah
·         {meN-} + nikah   à menikah
·         {meN-i} + waris  à mewarisi
·         Dst.
B. Hilangnya fonem /N/ pada morfem {peN-} dan morfem {peN-an} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /l/, /r/, /m/, dan /w/.
Contoh:
·         peN-  + lamar            à pelamar
·         peN-an + rantau        à perantauan
·         dst.
C. Hilangnya fonem /r/ pada morfem {ber-}, {ber-an}, {per-}, {per-an} dan {memper-kan} apabila bertemu dengan bentuk dasar yang berawalan fonem /r/ atau suku kata pertama bentuk dasarnya bervokal lemah {Ó™r}.
Contoh:
·         per-an + kerja     à pekerjaan
·         ber- + renang      à berenang
·         per- + rasa          à perasa
·         dst.

Kisah Pilu Dua Anak Tiri


[SPOILER ALERT]
Okay, berikut ini adalah sinopsis dari Si Jamin dan Si Joan yang saya tulis ketika masih semester 1. Bagi kalian yang ingin membaca novelnya secara langsung, ada baiknya tidak membaca sinopsis ini :D

Judul naskah   : Si Jamin dan Si Johan
Pengarang       : Merari Siregar
Penerbit           : Balai Pustaka
Tahun terbit     : 2003 (cetakan kedua puluh)
                          Cetakan pertama tahun 1920

Tersebutlah di suatu daerah benama Taman Sari, tepatnya di tepi Prinsenlaan (sekarang Jln. Mangga Besar) ada sebuah rumah yang terbuat dari papan dan beratap genting. Rumah itu sangat kumuh dan kotor.
Suatu hari saat hari menjelang sore, dimana banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk bersantai dan bersenang-senang. Tiba-tiba muncul seorang perempuan yang mukanya hendak marah saja. Lalu disuruhnya masuk seorang anak kecil yang langsung tergopoh-gopoh masuk ruang dibuatnya. Ternyata perempuan itu hendak meminta uang kepada si Anak.
Si anak langsung memberikan uangnya untuk perempuan itu, namun dia masih marah saja, karena dia merasa uang yang diberikan kepadanya mash kurang dari yang dia inginkan. Dia mengguncang-guncangkan tubuh si anak dengan kejam untuk meinta uang lebih. Si anak pun menangis dan berkata bahwa hanya uang itula yang dia punya. Dia tadi mendapat tiga puluh lima sen namun enam sen dibelikannya nasi sehingga sisanya yang dua puluh lima sen diberikannya kepada perempuan itu.
Perempuan itu pun tersenyum dan berkata, bahwa dia harus membiasakan untuk membeli nasi dengan harga hanya enam sen. Sebenarnya itu hanyalah ironi, karena dia melarang si anak untuk membeli makan sebelum pulang kerumah terlebih dahulu. Setelah itu dia pergi keluar sambil mengacungkan tongkatnya untuk menyuruh sia anak diam.
Setelah perempuan itu keluar, Si anak masih memastikan apakah ia masih didalam atau tiak. Setelah yakin perempuan itu keluar, Si anak yang bernama Jamin dan usianya Sembilan tahun itu pergi menuju adiknya. Dan bertanya apakah dia sudah tidur? Ternyata belum tidur.
Adiknya mengeluh tidak bisa tidur karena dia belum makan semenjak pagi dan kerjanya hanya dimarahi serta dipukuli oleh perempuan itu. Akhirnya, Jamin memberikan bungkusan nasi yang dibawanya kepada Johan, adiknya yang berusia tujuh tahun.
Rupa mereka dua sangatlah mengenaskan, dengan baju compang-camping, mata sayu dan cekung, serta badan yang kurus. Mereka seperti orang yang tidak dirawat dengan baik. Dan mereka memang tidak dipelihara dengan baik. Selanjutnya mereka tidur berdua di dipan kayu yang hanya beralaskan tikar usang dan berselimut kecil serta kotor.
Sebenarnya, perempuan tadi adalah ibu tiri mereka, yang selalu menyuruh Jamin untuk mencari uang dengan mengemis. Uang yang didapatnya untuk apa? Perempuan itu menggunakan uangnya ntuk mabuk-mabukan dan membeli barang-barang haram semacam narkoba. Ibu tirinya itu sangat kejam, karena jikalau Jamin kurang membawa uang, maka ia tidak boleh pulang.
Berbeda dengan ibunya dulu yang sangat sayang kepada anaknya, serta selalu mengurus rumah menjadi indah. Setiap malam sebelum tidur, ibu kandungnya selalu meberikan cerita untuk mereka berdua. Dan selalu mengingatkan anak-anaknya untuk dekat dengan Tuhan.
Inem adalah nama ibu tiri mereka. Setiap hari pekerjaanya hanya untuk membeli narkoba dan menikmatinya dirumah.
Bapak mereka namanya Bertes. Adalah seorang yang suka dengan mabuk-mabukan. Setiap hari pekerjaanya hanyalah untuk mabuk-mabukan dan juga marah kepada anak-anaknya. Sebelumnya, Bertes adalah ayah yang sangat baik dan sayang kepada anak-anaknya tidak seperti sekarang. Dia sangat baik perangainya.
Dia adalah orang Ambon yang lahir di Saparua. Dari kecil dia mendengar bahwa orang yang menjadi serdadu akan puny pengkat dan gaji bagus. Akhirnya, dia ikut untuk peperangan dan memberi bantuan untuk Aceh yang kala itu sedang berperang melawan kompeni Belanda. Saat itu Teuku Umar Tewas. Dan Bertes sendiri, menderita luka parah dan dibawa ke Rumah Sakit. Ini adalah permulaan Bertes yang menginggalkan daerah asalnya.
Karena mengingat perjuanganya di medan perang, Bertes diangkat menjadi sersan. Namun apalah artinya jabatan, jika di sendiri mendapatkan luka yang teramat parah? Akhirnya dia ingat dengak kedua orang tuanya yang sebenarnya tidak setuju dengannya yang berjuang di medan perang. Namun dibantahnya kedua orangtuanya itu. Dia ingin pulang. Namun sebelum pulang, dia bermimpi aneh. Mimpi itu berkata bahwa Bertes sudah terlembat. Dia tidak tahu maksudnya. Namun, mimpi itu terbukti keesokan harinya saat dia akan berangkat menuju orangtuanya. Ternyata, orangtuanya telah meninggal.
Bertes sebelumnya berkeinginan untuk membahagiakan istrinya dan ibunya. Karena, dia sudah mendapatkan gaji yang bagus. Namun, ibunya sudah meninggal. Kini dia mencari sorang istri. Dan, kina, anak sersan tua sekampugnya itulah yang diambilnya menjadi istri. Dia adalah gadis yang mulia dan baik pekertinya.
Setelah lima tahun, mereka mendapatkan dua orang anak laki-laki yang bernama Jamin dan Johan. Jadilah mereka keluarga utuh yang gembira.
Namun, musibah juga tidak dapat dihindarkan, Bertes yang berkawan dengan orang-orang Kutaraja akhirnya terpengaruh untukm suka minum-minuman keras. Dia pun menjadi pemabuk dan itu yang membuatnya tidak sayang anak istri lagi. Sekian lama kemudian, Bertes kian jauh dari perangainya yang baik dan dia sering sakit-sakitan serta badannya kurus. Karena itulah dia dibawa ke Jakarta untuk pengobatan.
Tidak tambah baik perangai Bertes kian tambah buruk saja. Dan ini semua menyebabkan Mina jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Meninggalkan dua anak laki-lakinya serta suami pemabuk.
Namun, kesialan tidak berhenti begitu saja untuk keluarga ini, Sepeninggal Mina, dia justru mencari istri yang seorang pecandu bernama Inem. Akhirnya, sengsara pun menimpa dua kakak beradik itu.
Suaru hari inem menyuruh Jamin untuk mengemis lima puluh sen. Dan jika Jamin tidak mendapat uang lima puluh sen itu, dia tidak boleh pulang kerumah.
Akhirnya, jamin pun mendapatkan uang tiga puluh lima sen. Tetapi dia tetap takut untuk pulang karena uangnya belum lengkap. Karena takutnya, dia akhirnya tidur didepan toko walaupun diterjang hujan dan angin. Keesokan harinya, Kongsui, sang pemilik toko itu menemukan Jamin dalam keadaan sakit dan demam. Diapun membawa Jamin masuk kedalam rumahnya. Dia sangat iba melihat keadaan Jamin karena bajunya sangat lusuh.
Kongsui menyuruh istrinya untuk membantunya mengurus Jamin. Tak lama kemudian, Jamin sadar dari pingsannya. Nyonya Fi sangat saying kepada Jamin karena Jamin mirip dengan anaknya yang memang sudah meninggal. Sehingga Jamin diberi baju milik anaknya yang sudah meninggal itu. Tak hanya itu, Jamin juga diberi makan yang sangat banyak. Bahkan dia boleh membawakan makan untuk adiknya juga.
Setelah kenyang dan berganti baju Kongsui memberikan uang lima puluh sen untuk Jamin setelah mendengar cerita Jamin terlebih dahulu. Jamin pun pulang kerumahnya.
Dirumah, Inem, ibu tirinya sangat kaget melihat Jamin yang memakai baju bagus. Timbulah hasrat dalam dirinya untuk menjual baju yang bagus itu. Padahal uang lima puluh sen itu sudah diberikan Jamin untuk Inem. Namun Inem yang dasarnya sudah mata duitan selalu mencari celah lebih untuk mendapatkan uang. Sehingga baju yang dipakai oleh Jamin itu diminta dengan paksa oleh Inem. Akan tetapi pada saat Inem akan mencopot celananya, Jamin menolak dengan cara memasukkan tangan ke kantong. Pada saat itulah dia menemjukan cincin didalam kantongnya. Cincin itu milik anak Nyonya Fi yang sudah meninggal.
Setelah terbebas dari paksaan Inem, Jamin menemui adiknya untuk memberikan makanan dari nyonya Fi. Pada saat itu Jamin menunjukkan cincin itu pada Johan. Dan mengatakan akan mengembalikan cincin itu untuk Nyonya Fi.
Pada saat yang lain, Kongsui telah dipengaruhi oleh pelanggan obatnya untuk menghindari Jamin. Karena dia sudah pengalaman dengan pengemis yang pura-pura miskin padahal dia adalah pencuri. Kongsui tidak percaya. Tetapi setelah lama kemudian dia jadi percaya kepada pelanggannya itu.
Kembali lagi ke Jamin, cincin yang dipegang Jamin tiba-tiba direbut oleh Inem dari belakang dan dia berkata akan menjualnya. Jamin mengelak. Tetapi dia tetap kalah dari Inem.
Keesokan harinya, Jamin memakai baju lusuhnya kembali dan kembali meminta-minta. Kongsui melihatnya. Karena itulah dia tambah yakin bahwa Jamin bukanlah anak yang baik-baik.
Johan berlari menuju Jamin dan berkata bahwa dia sudah mendapatkan cincin ketika cincin itu ditinggalkan di kotak di atas lemari oleh Inem akhirnya Jamin pun mengambilnya dan sekarang diberikan kepada jamin. Jamin sangat senang sehingga dia berlari mengajak Johan untuk menemui Nyonya Fi untuk mengembalikan cincin itu.
Naas. Saat itu Jamin hendak menyelamatkan Johan yang hendak ditabrak oleh kendaraan. Hingga akhirnya, Jamin terluka parah dan meninggal dunia. Johan yang ketakutan justru berlari menuju rumah Nyonya Fi yang sudah ditunjukkan oleh Jamin untuk mengembalikan cincin.
Johan bercerita bahwa kakaknya telah meninggal ketika hendak mengembalikan cincin itu. Saat itu Kongsui menguping pembicaraan itu. Dan merasa bersalah kepada Jamin. Dan mereka pun akhirnya mengangkat Jamin menjadi anak.
Kisah akhirnya, Inem ditemukan meninggal mengapung disungai akibat lemas. Dan si Bertes diketahui terlibat dalam sebuah pembunuhan karena sehabis tawuran. Akan tetapi setelah tiga bulan, dia sudah bebas karena tidak bersalah. Sejak saat itu dia semakin sedih dan tobat dan meminta maaf kepada Jamin dan Mina, istrinya. Jamin dan Mina kuburannya berdampingan.
Dan Johan telah disekolahkan tinggi-tinggi oleh Kongsui.

Bagaimana? :D kalau saya cukup puas dengan akhir dari novel ini. Adakalanya sebuah cerita tidak berakhir dengan bahagia sepenuhnya kan?

23 Des 2013

Catatan Akhir Semester

23 Desember 2013
Selesai sudah. Semester limaku sudah di ujung batas. Tepat hari ini aku menyerahkan tugas kuliah semester limaku kepada ibu dosen yang terhormat. Sekedar memberitahu, hari ini adalah hari senin, dan hari ini adalah hari pertama libur semester ganjil. Jadi intinya, hari ini adalah hari UAS-ku yang terakhir sekaligus hari pertama liburanku. You know what? Aku ujian di hari pertama liburan. Ah, betapa indah liburanku semester ini. Sebenarnya semster ini bukan pertama kalinya aku mengalami hal ini karena semester yang lalu aku juga ujian di hari pertama liburan. Dan bagiku, itu adalah pengalaman yang luar biasa. Sangat menyenangkan bisa berada di kampus ketika semua liburan. Lalu ketika anak dari kelas atau jurusan lain bertanya, “kamu mau kemana?” aku akan menjawab “aku hari ini ujian, hiks hiks”. Ya, bagiku ini adalah hal yang menyenangkan. Tapi tidak dengan ujiannya. Haha.
Semester ini aku mendapatkan mata kuliah yang sangat berat, hampir semua mata kuliah adalah mata kuliah proyek yang artinya aku tidak dituntut untuk memiliki kognisi yang bagus, tapi justru praktik yang bagus. Kelasku hampir tidak ada ujian tulis sama sekali untuk UAS kali ini karena semuanya adalah tugas proyek.
Bisa dikatakan semester ini adalah semester terberat, termahal karena biaya untuk menghasilkan tugas itu juga sangat mahal, dan tertekan. Semua ada di semester ini. Semester depan, yang artinya adalah semester enam berarti. Di semester enam, seperti yang sudah kucek seelumnya, hanya ada 5 matakuliah dan sepertinya tidak akan terlalu menyenangkan seperti semester ini. terlebih, hampir semua mata kuliah sisa adalah mata kuliah pilihan atau mata kuliah minor. Entah kenapa aku merasa berat untuk meninggalkan semester ini. Seperti biasa, aku susah untuk move on dari suatu kondisi ke kondisi lain. Aku hanya merasa seperti tidak ingin segera dewasa. Masih menyenangkan menjadi mahasiswa dengan tugas dan deadline. Dan ini semua membuat  penyesalanku karena aku tidak pernah menggambarkan suka dan citaku pada selembar kertas. Oh well, sekarang kertas sudah tidak masa lagi. Sekarang sudah ada blog yang mampu menampung segala rasa yang ingin kita sampaikan.
Terima kasih blog, catatan ini kutulis di sebuah senin terakhir aku berada di semester lima, senin terakhir di tahun 2013 aku mengerjakan tugas di semester lima. 

19 Des 2013

Nikmatnya Berorganisasi Sejak Dini



Pers Jurnalistik adalah Organisasi pertama yang saya ikuti selama ini. Saat itu pula saya menemukan teman selain dari teman satu kelas. Manusia-manusia di dalam foto itu  adalah teman saya di dalam organisasi tersebut. Foto itu diambil seusai rapat Penerimaan Anggota Baru klub jurnalistik kami. Artinya, saat itu kami masih kelas 2 Madrasah Aliyah. Saat itu juga kesempatan pertama bagi saya untuk menjadi panitia di dalam sebuah kegiatan. Saya ingat betul saat itu saya menjadi bendahara kegiatan. Saya tidak pernah menjadi bendahara sebelumnya kecuali bendahara kelas ketika sekolah dasar. Tapi tentu saja, itu semua berbeda dengan bendahara kegiatan. Ada banyak peraturan yang harus dilakukan bendahara kegiatan seperti membuat proposal keuangan juga laporan pertanggungjawaban. Bagi saya yang tidak pernah menjadi panitia apapun sebelumnya, itu adalah saat tersulit bagi saya.
Untungnya, banyak teman yang mendukung saya dan membantu saya ketika kesusahan. Mereka yang ada difoto itu adalah teman yang sering membantu saya. Saat ini, ketika saya sudah masuk ke berbagai organisasi, saya masih mengingat dengan jelas bagaimana sepak terjang kami ketika kami masih berada di masa itu. Begitu banyak tawa dan air mata yang saya tumpahkan. Begitu banyak canda dan begitu banyak pengorbanan. Ah, masa SMA benar-benar mengenang bukan?

25 Okt 2013

Menengok Anak-anak Lintas Ruang dan Waktu

Saya pikir banyak anak jaman sekarang yang sudah tidak mengetahui permainan-permainan jaman saya masih kecil dahulu. Bukan kecil dalam artian badan masih kecil lho. Maksud saya, ketika umur saya masih dini.
Banyak permainan sederhana yang tidak membutuhkan biaya mahal yang bisa saya gunakan untuk bersenang-senang sekaligus berimajinasia. Bersama tetangga-tetangga kecil saya, saya biasa menemukan dunia saya yang sangat ‘anak-anak’.
Hal-hal seperti itu sudah jarang saya temui lagi di dunia anak-anak jaman sekrang. Bahkan saya merasa kalau anak-anak sekarang sudah tidak bisa berimajinasi lagi. Suatu kali, saya mengajarkan sebuah permainan masa kecil saya yang sangat saya senangi kala itu. Saya menyebutnya permainan rumah-rumahan. Saya yakin, teman-teman seusia saya pasti tahu permainan itu. Saya dan teman-teman acapkali berpura-pura bahw yang kami lakukan adalah yang sungguhan.
Pada jaman saya dulu, saya dan teman-teman sering mengambil sendok dan perkakas ibu untuk kami gunakan di luar. Kami membuat masakan yang sering kami temui.misalnya mie. Kami juga membuat mie, bukan dengan tepung tetapi dengan daun yan diiring tipis-tipis hingga menyerupai mie yang memanjang. Kami juga bisa membuat minya sendiri. Dengan daun yang biasa kami sebut dengan daun waru kami bisa membuat minyak yang kental. Kami juga bisa memarut kelapa dengan menggunakan batu bata sisa dari bangunan rumah tetangga lalu kami perut dengan alat memarut dari genting. Banyak hal bisa kami lakukan hanya dengan barang yang biasa kita temui sehari-hari, dengan imajinasi, kita bisa menganggap bahwa itu adalah dunia nyata.
Jaman berbeda saya temui di usia adik saya, dia tidak bisa berimajinasi. Dia sudah menggunakan akal logisnya untuk berpikir. Ketika saya mengatakan bahwa mie dari daun itu adalah ‘mie’ dia mengatakan bahwa itu adalah daun. Tidak lagi mengatakan bahwa tu adalah mie. Banyak hal yang saya pikir itu adalah hal yang sangat menarik bagi saya dulu saya sampaikan ke adik saya tetapi dia mengatakan hal yang logis-logis saja. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak bagus.
Anak-anak harusnya banyak berimajinasi untuk mengembangkan kemmapuan otak kanannya. Ini adalah akibat dari berkembangnya dunia anak-anak yang serba instan dengan permainan-permainan yang juga instan. Anak-anak maunya hanya bermain mainan yang tinggal beli saja. Inillah yang saya pikir membuat anak-anak susah untuk berimajinasi.
Padahal permainan-permainan tradisional bagus untuk perkembangan sosial anak. Tak heran, anak jaman sekrang banyak yang indivisualis dan tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain lagi.
Suatu hari saya melaksanakan perjalanan antar kota yang mengharuskan saya menggunakan angkutan bus. Pemandangan yang sangat tidak mengenakkan saya temui di dalam bus. Entah anda sebagi pembaca setuju atau tidak bahwa ini adalah pemandangan tidak baik. Ada dua orang pemuda yang saya kira masih SMA duduk di kursi penumpang berdampingan. Semua kursi sudah penuh sehingga mengharuskan saya untuk berdiri. Saya tidak masalah, karena bagi saya saya sudah kalah karena tidak ikut berlari untuk mendapatkan tempat duduk tadi. Masalahnya, bukan hanya saya saja yang berdiri, ada ibu-ibu yang baru masuk ke bus juga berdiri. Dia terlihat tidak kuat  untuk berada di dalam bus. Saya pikir seharusnya dua pemuda tadi harusnya mau berdiri dan menggnatikan ibu yang berdiri. Itu berasal dari falsafah kita bahwa kita harus manyayangi yang muda dan menghormati yang tua. Seharusnya pemuda ini mau menghormati ibu-ibu yang lemah ini untuk berdiri. Dan ini membuktikan bahwa anak jaman sekrang sudah tidak peduli oran lain lagi. Mereka hanya peduli kepada diri mereka sendiri saja.